Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Kira

Untuk kamu, Terima kasih telah mengajarkanku kembali untuk jatuh hati. Membuat diri ini yakin bahwa benih patah hati memang tak pernah jauh dari kata ekspektasi tinggi.  Entah apa maksudmu memberikan kita ruang untuk bersama. Namun setiap perjalan yang telah kita lalui, akhirnya membuatku tersadar bahwa setiap perasaan yang telah kita ukir hanya sekedar singgah, bukan untuk menetap, apalagi menjadikanku rumah. Ku kira kita akan berada di jalur yang sama kali ini, berbincang dan mengukir kisah kita sendiri. Ku kira dari sekian banyak jiwa di dunia ini, aku akan berhenti di kamu. Aku yakin kaupun begitu, tapi saat aku sudah mengungkapkan semua isi kupu-kupu yang keluar dalam hatiku, hal itu tidak menjamin bahwa rasaku sama dengan rasamu. Seketika semuanya telah berakhir dan ini adalah ujung ceritanya. Jujur tau begini, jika bisa memilih untuk tak bertemu denganmu itu yang kupilih. Jika bisa ku hindari garis interaksi itu yang kupilih. Akhir kata, terima kasih telah membuat manusia...

Diam

Hari ini aku kembali meratapi kisah hidupku. Betapa banyak hal yang sudah orang lain lakukan dalam hidupnya. Betapa banyak pencapaian yang mereka dapatkan, namun tidak denganku.  Orang lain selalu berkata padaku bahawa ada baiknya jangan membandingkan hidupmu dengan orang lain. Namun nyatanya hal itu sudah merasuk dalam jiwaku karena setiap penyesalan yang selalu kuratapi selalu hadir dan menghantui isi pikiranku.  Mereka bilang ini pilihanku, kamu harus bertanggung jawab akan hal itu!  Aku takut, aku sendirian namun hadir-Mu selalu datang menghampiriku dan selalu siap menemaniku. Kembaliku akan ruang dan waktu. Dikemudian, aku merasa kesunyian yang tak berujung. Mulai diri ini berlari, menghindari setiap pertikaian yang melanglang buana diotak kecil ini. Pelarian itu ternyata sia-sia sebab aku selalu kembali pada titik itu.  Aku harap diri ini sadar untuk tetap menghandapi dan tidak kabur lagi.