Larung

Kemarin, aku mendapat panggilan darimu. Tak ku angkat sebab hatiku sedang gaduh perihal test yang akan ku hadapi hari itu. Ku kirim pesan padamu dan meminta maaf akan hal itu. 

Seketika ku dapati kabar, bahwa kau sudah tiada. Seketika waktu terhenti dan dadaku mulai sesak. Namun, hatiku masih menyangkal akan semua yang terjadi. 

Seketika kudapati diriku terpaku, melihat nisan yang bertuliskan namamu, aku sadar kita sudah tidak bisa berbincang dan bercanda seperti dulu. 

Aku pulang dan ternyata kamu sudah tidak bersamaku.  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup

Perihal ikhlas