Penulis Skenario Terbaik
Dear kamu,
Hari ini kamu sedang ditampar oleh kenyataan. Kenyataan yang memaksa dirimu untuk memilih apakah harus terus berjuang ataupun berhenti. Setiap orang memiliki bebannya tersendiri memang, namun kamu selalu merasa bahwa beban ini sungguh memuakkan. Ingin rasanya menyerah, tapi kamu sadar bahwa kamu memiliki banyak hal yang patut untuk diperjuangkan.
Waktu itu tepat hari minggu. Hari dimana biasanya kamu mendengarkan banyak hal tentang Tuhan dan bertemu dengan teman-teman. Kak Sheni yang senang bercerita bahwa saat dia sedang bekerja menjadi seorang dokter, banyak pasien yang dia tolong karena Tuhan dan dari hal itu pula, banyak orang lain dapat mengenal siapa Tuhan itu sebenarnya. Dari situ kamu selalu ingin menjadi sepertinya sehingga dapat menginspirasi banyak orang. Ingat tidak saat kamu berumur 5 tahun orang bertanya padamu "Saat dewasa nanti cita-cita kamu mau jadi apa?" dengan bangganya kamu menjawab "Jadi dokter". Yap, mimpimu untuk memakai jas putih dan bisa menolong banyak orang seperti kak Sheni.
Keluargamu adalah hal yang sangat berharga. Mereka tidak patut menerima kekecewaanmu. Mereka yang selalu membantu dalam segala keperluanmu dan mereka jugalah yang selalu mengerti keadaanmu. Sekali lagi, mereka tidak patut menerima kekecewaanmu.
Berhenti untuk mengambil alih seluruh cerita dengan ingin menulis tulisan hidupmu sendiri. Ingat yang penting dan terutama saat kamu menanggung beban ini adalah kamu tidak sendirian. Tuhan yang selalu ada di dalam hati kamu. Dia yang ga pernah lelah untuk mendengar setiap keluhan, kekhawatiran, dan bahkan ketakutanmu. Dia yang punya rancangan yang luar biasa untuk hidup kamu. Jadi jangan pernah kasih titik, kalau Tuhan mau kasih koma di hidup kamu. Dia adalah penulis skenario terbaik. Jangan takut dan jangan khawatir karena Dia akan terus selalu ada di hati kamu. Tetap menjadi terang dan ingat mimpimu ya!
"God is still waiting your story. Quit trying to steal the pen. Trust the author."
Komentar
Posting Komentar